SELAMAT DATANG.


Ingin ikut menulis diblog ini, sertakan alamat email Anda.
Artikel Anda akan diupload di blog ini.
Terima Kasih telah berkunjung.

(Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Orang yang menyantuni janda dan orang miskin adalah bagaikan orang yang berjihad fi sabilillah bahkan seperti orang yang tidak pernah berhenti puasa dan bagun shalat malam."
(Bukhari - Muslim)
"


Tampilkan postingan dengan label Kisah Rasulullah Saw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Rasulullah Saw. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2016

POHON SAHABI

Pohon Sahabi yang menjadi saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Telah ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. ketika memeriksa arsip negara di Royal Archives.
Mereka menemukan referensi dari  teks-teks kuno yang menyebutkan bahwa Pohon Sahabi Berada di wilayah padang pasir diutara Yordania.

Setelah 1400 tahun berlalu,  pohon ini ditemukan masih hidup dan tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania bersama beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, Pangeran Ghazi. Mengadakan pengamatan dan ternyata benar pohon tua itulah yang disebutkan dalam catatan biarawan Bahira.

Kini Pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah Yordania dan dipantau secara rutin keberadaannya.

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dilingkungan sekitarnya.
Pasalnya lingkungan sekitar pohon  itu, merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh subur dengan daun yang rimbun. 

Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan di sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari ditengah gurun sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini.

Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.

Saat itu Nabi Muhammad saw. baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Pada suatu hari, Biarawan Bahira mendapat firasat, kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir..   tiba tiba ia melihat rombongan kafilah pedagang Arab, dan melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri  sesuai yang digambarkan dalam kitabnya.

kemudian Bahira mengundang kafilah tersebut dalam sebuah perjamuan.
Semua anggota kafilah menghadiri  kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata. Nabi Muhammad kecil sedang menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira keluar mencarinya dan ia sangat takjub menyaksikan cabang2 pohon Sahabi merunduk melindungi sang pemuda dari terik Matahari. Dan segumpal awan pun ikut memayungi ke manapun IA pergi.

Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak serta berteduh dan bersantap dalam perjamuan.  Dia pun segera meneliti dan menanyai pemuda kecil ini. dan  menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Alkitab.

Bahira pun meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi tengah mencari Muhammad SAW untuk membunuhnya .

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhi Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah padang pasir gersang. 
Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.

STORY FROM JORDAN.

READ MORE - POHON SAHABI

Jumat, 03 Agustus 2012

Rasulullah Saw menerima undangan seorang wanita

Ketika Nabi Saw. sedang berjalan pulang dari acara jenazah, seorang wanita mengundang beliau makan di rumahnya. Maka nabi saw dan para sahabatnya r.hum. mengunjungi rumah wanita itu. Ketika makanan telah dihidangkan, orang-orang melihat Nabi saw. kesulitan menelan makanan itu.

Sabda beliau, " Tampaknya daging kambing ini telah diambil tanpa izin pemiliknya." 

Jawab wanita itu, "ya Rasulullah, aku telah menyuruh seorang lelaki membeli kambing di pasar, tapi ia tidak dapatkan, sedangkan tetanggaku telah membeli seekor kambing. Maka kusuruh seseorang kesana untuk membelinya dan menanyakan harganya. Tetapi pemiliknya sedang tidak ada di tempat. Jadi istrinyalah yang menjual kambing itu kepadaku. "

Lalu Nabi saw bersabda, " Bagikanlah kambing itu kepada tawanan." (HR. Abu Dawud)


Faedah

Bagi Rasulullah Saw. yang berpribadi luhur, makanan syubhat tersangkut ditenggorokan beliau bukanlah sesuatu yang luar biasa. Pengikut beliau yang rendahpun sering mengalami hal demikian.



READ MORE - Rasulullah Saw menerima undangan seorang wanita

Senin, 23 Juli 2012

Kisah Rasulullah SAW dengan gadis Yatim

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : "Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?" Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : "Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?"

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: "Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?"

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :

"Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?"

Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :

"Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya."
Maka anak-anak yang sedang bermain dengannya sampai berkata: “Ah, seandainya ayah-ayah kita mati terbunuh pada jalan Allah ketika perang itu, tentu kita akan begitu.”

Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya”. (HR. Thabrani, Ahmad);

“Sesungguhnya, seorang laki-laki mengeluh kepada Rasulullah, karena hatinya keras. Rasulullah berkata :”Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin”. (HR. Ahmad);


“Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya)." (HR. Bukhari, Turmudzi, Abu Dawud);


“Barangsiapa mengambil anak yatim dari kalangan muslimin, dan memberinya makan dan minum, Allah akan memasukkannya ke surga, kecuali bila ia berbuat dosa besar yang tidak terampuni”. (HR. Turmudzi);


“Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan sebaik-baiknya, dan sejelek-jelek rumah kaum muslimin ialah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan jelek”. (HR. Ibnu Mubarak)



”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat." (HR. At Thabrani);


Ya Rasulallah, sungguh mulia akhlakmu, sungguh banyak anak2 yatim-mu, pantaslah engkau bergelar indah “Abul Yatama” (Bapaknya anak-anak Yatim) di seluruh dunia dari dulu hingga akhir zaman.

اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه
READ MORE - Kisah Rasulullah SAW dengan gadis Yatim

Sabtu, 25 Februari 2012

Dakwah kepada Utsman bin Affan

Pada masa awal Islam, Rasulullah Saw berdakwah secara sembunyi-sembunyi di awali dengan istri beliau saw, keluarga dan sahabat dekatnya.


Berikut ini adalah kisah mengenai dakwah Rasulullah SAW kepada Utsman Bin Affan.


Dari Amar bin Utsman, ia menceritakan bahwa Utsman berkata :"Aku datang kepada bibiku yang bernama Urwah binti Abdul Mutholib untuk melayatnya karena ia sakit. Tidak lama kemudian Rasulullah SAW datang ke tempat itu, dan aku perhatikan beliau waktu itu tampak jelas olehku kebesarannya. Beliaupun menghampiriku dan berkata : "Wahai Utsman, kenapa engkau perhatikan aku begitu rupa?" , Aku menjawab, "Aku merasa kagum terhadap engkau dan terhadap kedudukan engkau di antara kami, juga terhadap apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang mengenai diri engkau." Utsman melanjutkan, "kemudian Nabi saw mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallaah. Demi Allah, mendengar kalimat itu aku langsung bergetar. Kemudian Nabi membaca ayat QS Dzariat : 22-23 yang artinya : 
" Dan dilangit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan (Penguasa) langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan."
Kemudian Rasulullah saw berdiri dan pergi keluar. AKu pun mengikuti beliau dari belakang lalu aku menghadap beliau, dan aku masuk Islam (HR. Al-Madaini seperti disebutkan dalam al-isti'aab jilid IV halaman 225) 


Demikianlah semoga kita bisa menteladani Beliau saw dengan selalu mengajak manusia taat kepada Allah Swt dan mengikuti sunnah Rasulullah Saw.

READ MORE - Dakwah kepada Utsman bin Affan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...